Renungan




Friday, March 27, 2009

Mutiara Kata

Citra tersendiri digambarkan pada penampilan yang apa adanya

Dengan bertanya, orang akan lebih berpengetahuan.

Nama yang harum lebih berharga dari kekayaan.

Cepat tidur, cepat bangun menjadikan orang sehat, makmur dan bijaksana.

Hidup yang tak menghasilkan apa-apa berarti hidup tiada guna.

Barang yang membuatmu tertarik selalu terasa mahal.

Dimana ada kemauan pasti disitu ada jalan.

Kemakmuraan adalah hasil dari jerih payah.

Yang penting bukan berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita hidup.

Sekali ucap keluar, ia akan menyebar kemana-mana.

Tak selamanya kekayaan itu membawa kebahagiaan.

Pertolongan yang tulus tidak akan mengharapkan imbalan kembali.

Waktu yang hilang takkan dapat diketemukan kembali.

Nasehat yang baik adalah teladan yang baik.

Berbahagialah mereka yang tidak memiliki hutang.

Seseorang dikenal karena dengan siapa dia bergaul.

Keramahan adalah senjata penakluk yang paling jujur.

Dengan belajar mematuhi perintah, kita akan tahu cara memerintah.

Jika anda tidak dapat berkata baik tentang diri seseorang, janganlah yang buruk anda katakan.

Tak selamanya persoalan dapat diselesaikan dengan cara analisa.

Cinta itu indah, tetapi tidak selamanya keindahan itu mengandung cinta.

Cinta itu bukan sumber bahagia, tapi ketiadaan cinta jadi sumber derita.

Cinta itu laksana api yang tidak boleh dipermainkan, jika dipermainkan akan membakar diri sendiri.

Awali cintamu dengan kemantapan agar berjalan dengan menyenangkan.

Cinta itu bermacam-macam tapi yang paling aman dan kekal adalah cinta karena-Nya.

Cinta sejati adalah cinta yang terdiri dari dua orang saja dan tak ada tempat bagi orang ketiga.

Doa adalah suara iman dan senjata paling ampuh.

Beramallah, nanti Tuhan akan memberi karunia.

Berpikirlah hari ini dan bicaralah besok.

Cinta yang buta dapat membawa orang kedalam kesesatan.

Anak yang memiliki budi baik akan menyenangkan hati ayahnya tetapi anak yang bodoh akan menundukkan hati ibunya.

Jika kamu mengalami kegagalan janganlah berputus asa tetapi gunakanlah pengalaman tersebut untuk menyalakan api semangat juangmu.

Apa yang kamu tidak ingin dilakukan orang kepadamu, janganlah kamu lakukan kepada orang lain.

Apa yang dapat dicapai orang dengan ketinggian ilmunya dan saya dapatkan dengan kepandaian dalam bergaul.

Jangan selalu mengharapkan semua terjadi sesuai dengan yang kamu kehendaki.

Apa yang menyakiti hatimu janganlah kamu perbuat terhadap orang lain.

Jika kamu melihat orang yang memiliki jiwa besar, pertimbangkanlah untuk menjadi seperti dia, dan jika kamu melihat orang berjiwa lemah, periksalah dirimu sendiri

Siapa yang memiliki kepercayaan yang tak tergoncangkan terhadap Tuhan adalah kuat sekali dalam kekuasaannya, pandai karena kebijaksanaannya.

Siapa yang memelihara mulutnya dan lidahnya maka ia telah melepaskan dirinya dari beberapa kesusahan.

Barangsiapa yang mengasihani orang miskin; kamu memberi pinjaman kepada Tuhan dan Tuhan akan membayarnya kembal.i

Biarkan orang lain menyanjungmu, dan bukan dari mulutmu.

Barang siapa yang menyembunyikan kebencian dengan perkataan bohong itu adalah kebodohan dan keburukan.

Berbuat baik akan mendapatkan pahala, banyak berbual tidak membawa apapun.

Berkelahi dengan orang lain akan menimbulkan perang tetapi berjuang dengan diri-sendiri akan membawa kedamaian.

Belajar tanpa berpikir adalah pekerjaan yang sia-sia, berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.

Berbuatlah untuk segala sesuatu, dengan begitu kita dapat membuat sesuatu mungkin apa yang tidak mungkin.

Katakan ya jika hatimu mengatakan ya; jangan katakan tidak jika hatimu mengatakan ya karena itu berarti kamu membohongi dirimu sendir.i

Orang yang berani adalah orang yang mengatakan benar jika itu benar .

Keberanian bukan datang dari orang lain atau segala sesuatu, tetapi keberanian berasal dari diri sendiri.

Ketika kamu ingin membuat kejujuran pada orang lain, sebelum itu kamu harus jujur kepada dirimu sendiri.

Berikan senyummu pada semua orang tetapi berikan cintamu hanya untuk seseorang.

Tapi ingat Cinta pada Makhluk jangan melebihi Cinta kita pada-Nya

Sesungguhnya manusia itu dijadikan bertabiat resah gelisah(bakhil lagi kedekut). Apabila ia ditimpa kesusahan, ia sangat gelisah dan apabila beroleh kesenangan ia menjadi bakhil
Al-Ma'arij: 19-21

Amat besar kebenciannya di sisi Allah apabila kamu memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya
As-Saff: 3

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan perkataan yang menyakitkan
Al-Baqarah: 263

Tidak masuk syurga orang yang suka menabur fitnah
Hadis riwayat Bukhari dan Muslim

Tidak akan masuk ke dalam syurga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar zarah
Hadis riwayat Muslim

Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada bentuk kalian. Allah hanya melihat kepada hati dan perbuatan kalian
Hadis riwayat Muslim

Siapa yang akan diberikan kebaikan(nikmat) oleh Allah diberikannya penderitaan(lebih dahulu)
Hadis riwayat Bukhari

Telapak kaki seseorang yang kena debu sewaktu berjuang pada jalan Allah itu tidak akan tersentuh oleh api neraka
Hadis riwayat Bukhari

Sesiapa yang bertengkar dalam sesuatu pergaduhan tanpa usul periksa nescaya ia akan sentiasa berada dalam kemurkaan Allah sehingga ia mati
Hadis riwayat Abu Dunya

Manusia lumrah melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan ialah mereka yang bertaubat
Hadis riwayat Ahmad dan At-Tarmidzi

Celakalah orang yang ingin ditertawakan orang lalu berbicara bohong, celakalah orang itu, celakalah dia
Hadis riwayat At-Tarmidzi

Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya
Khalifah Umar al-Khattab

Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut
Khalifah Umar al-Khattab

Ingin aku jadi rumput sahaja, supaya dimakan oleh kuda kerana amat ngerinya siksaan Allah
Abu Bakar As-Siddiq

Orang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, bersolat dan berjihad. Apabila mati orang yang berilmu, maka terdapat suatu kekosongan selain oleh penggantinya(yang berilmu juga)
Khalifah Ali bin Abi Talib

Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya
Khalifah Ali bin Abi Talib
Sesungguhnya modal dunia ialah hawa nafsu dan keuntungannya ialah api neraka
ahli hikmah

Aku dapati bahawa manusia yang paling lama mengalami kesusahan ialah pendengki. Yang paling tenang hidupnya, orang yang qana'ah. Yang paling rendah kehidupannya, mereka yang menolak dunia. Dan yang paling besar penyesalannya, orang yang berilmu yang melampaui batas
ahli hikmah

Musibah manusia di dunia:
· Sakit pada waktu mengembara
· Miskin di hari tua
· Maut pada waktu masih muda
· Buta setelah melihat
· Dilupakan orang setelah disanjung-sanjung
ahli hikmah

Di antara fitnah orang yang berilmu (orang alim) ialah berkata-kata lebih disukai daripada mendengar. Padahal mendengar itu lebih selamat daripada berkata-kata kerana dalam berkata-kata orang cenderung untuk mengisi, menambah dan mengurangi
Yazid bin Abi Habib

Solat itu menghantarmu setengah jalan, puasa itu menghantarmu ke pintu kerajaan dan sedekah itu membawamu masuk ke dalamnya
Sahl bin Abdullah At-Tusturi

Siapa yang berasa senang dengan pujian orang terhadap dirinya, bererti ia telah mengizinkan syaitan untuk masuk ke dalam perutnya
Ahmad Athaillah

Keadaan hamba ini hanya ada empat macam: Nikmat, bala, taat dan maksiat. Maka jika ada di dalam nikmat, kewajipan hamba adalah bersyukur kepada Allah dan jika menerima bala harus sabar. Dan jika dapat melakukan ketaatan harus merasa mendapat taufik hidayat dari Allah. Dan bila tergelincir dalam dosa maksiat, maka harus membaca istighfar
Abul -Abbas Al Masri

Allah mengasihani kaum yang menganggap dunia sebagai barang simpanan. Lalu mereka menyerahkannya kepada orang yang sanggup memegang amanah mereka terhadap barang simpanan tersebut. Kemudian, mereka merasa senang dengan ringannya beban
Al-Hassan Al-Bashri

Seseorang tidak akan mencapai darjat kesolehan, kecuali melalui enam rintangan: menutup pintu kemuliaan dan membuka pintu kehinaan, menutup pintu nikmat dan membuka pintu kesukaran, menutup pintu istirehat dan membuka pintu perjuangan, menutup pintu tidur dan membuka pintu jaga, menutup pintu kekayaan dan membuka pintu kemiskinan, menutup pintu harapan dan membuka pintu bersiap menghadapi maut
Ibrahim bin Adham

Ada empat hal yang dapat mengangkat seseorang kepada darjat yang tertinggi, walaupun amal dan ibadahnya sedikit, iaitu sifat-sifat penyantun, merendah diri, pemurah dan budi pekerti yang baik. Itulah kesempurnaan iman
Abul Qasim Al-Junaid

Hai anakku! Apabila perut penuh, nescaya tidurlah fikiran, bisulah ilmu hikmah dan duduklah (masalah) anggota tubuh daripada beribadah
ahli hikmah

Mata yang berasal dari unsur air memiliki sifat adil. Dengan malihat sinar mata seseorang, kita boleh mengetahui isi hatinya. Mulut boleh berdusta, tetapi pancaran mata seseorang akan mengatakan yang sebenarnya memantulkan kata hati yang sesungguhnya
ahli hikmah

Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang yang tidak lekas marah, yang pemalu, yang merasa cukup, yang menjaga diri dari meminta, bapa keluarga yang bertaqwa dan Allah marah pada orang yang keji perbuatannya, buruk lidahnya, suka meminta, yang memaksa dan yang kurang cerdik
ahli hikmah

Barangsiapa berilmu dan beramal serta mengajar, maka orang itu pantas disebut orang besar di segala petala langit
Nabi Isa A.S


Alangkah baiknya jika kita boleh membuka dan menutup telinga semudah kita menutup dan membuka mata
Georg Christoph Lichtenberg


Seorang yang bijak akan membetulkan kesilapannya daripada kesalahan orang lain
Syrus


Rahsia kejayaan ialah mengetahui perkara yang orang lain tidak tahu
Aristotle Onassis


Dalam dunia ini, tidak ada kesilapan atau ketidaksengajaan. Semua yang mendatangi kita adalah untuk kita pelajari daripadanya
Elizabeth Kubler Ross


Kehadiran sesetengah orang itu meninggalkan kebahagiaan tetapi bagi sesetengah orang, ketiadaannya membawa kebahagiaan kepada orang lain
Oscar Wilde


Kebanyakan perkara penting yang berlaku di dunia ini disempurnakan oleh mereka yang terus dan sentiasa berusaha walaupun ia nampaknya tidak mempunyai harapan langsung
Dale Carnegie


The largest nation in the world is our imagiNATION
anonymous


There is no limit to what you can achieve, if you don’t mind who gets the credit
anonymous


Remember that just the moment u say I give up” some1 else seeing the same situation is saying,"My, what a great opportunity"
anonymous


Where there is a hill to climb, don’t think that waiting will make it smaller
anonymous


The person who says something can’t be done is often interrupted by someone else doing it
anonymous


You see things that are and say WHY ? But I dream things that never were and say WHY NOT ?
George Bernard Shaw


Behold the turtle. He makes progress only when he sticks his neck out
James B. Conant


Remember that what’s right isn’t always popular and what is popular isn’t always right
anonymous


If you want to do something and you feel it in your bones that it’s the right thing to do, do it. Intuition is often as important as the acts
anonymous


Among those whom I like or admire, I can find no common denominator, but among those whom I love, I can: all of them make me laugh
W.H. Auden, The Dyer’s Hand (Random House)


A father is a man who expects his children to be as good as he meant to be
Carolyn Coats, Things Your Dad Always told You But You Didn’t Want To Hear (Nelson)


RememberThatJustTheMoment uSay "IGiveUp"some1elseSeeingTheSameSituation isSaying,"My,what a greatOpportunity

Kuliah Agama - Ustaz Ismail Kamus

Mp3 ceramah daripada Ustaz Ismail Kamus
Untuk download sila klik di bawah

Kuliah Dhuha Darussalam

1. Kuliah Dhuha Darussalam 7 Julai 2007
2. Kuliah Dhuha Darussalam 4 Ogos 2007
3. Kuliah Dhuha Darussalam 1 September 2007
4. Kuliah Dhuha Darussalam 29 September 2007
5 Kuliah Dhuha Darussalam 3 November 2007
6. Kuliah Dhuha Darussalam 1 Disember 2007
7. Kuliah Dhuha Darussalam 5 Januari 2008
8. Kuliah Dhuha Darussalam 2 Februari 2008
9. Kuliah Dhuha Darussalam 3 Jun 2008

Koleksi Kuliah Lain

1. 4 Golongan Manusia
2. Adab Anak Terhadap Ibu Bapa
3. Adab Berdoa
4. Adab Bersahabat 1
5. Adab Bersahabat 2
6. Adab Orang Alim
7. Adab-Adab Di Masjid
8. Alam Ghaib
9. Amalan Hari Jumaat
10. Amaran Dari Allah
11. Apa Perlu Tauliah
12. Bidaah Dalam Solat
13. Fitnah Kubur
14. Hukum Berjampi
15. Kelebihan Ilmu
16. Kelebihan Umat Nabi Muhammad
17. Malam Yang Sepi
18. Mencari Kebahagian
19. Menuntut Ilmu
20. Nafsu Makan
21. Perbetulkan Solat Anda
22. Perhitungan Hari Akhirat
23. Sakaratul Maut
24. Solat Sunat
25. Taqwa
26. Umat Akhir Zaman
27. Wali Allah
28. Hidayah Minallah
29. Pemimpin Yang Adil
30. Umur Dan Harta

Kulia Agama - Ustaz Nasaruddin Daud

Mp3 ceramah daripada Ustaz Nasaruddin Daud
Untuk download sila klik di bawah

1. Israk & Mikraj
2. Tafsir Surah Al-Balad
3. Tafsir Surah Al-Insyirah
4. Kuliah Jumaat Jalan Dato Pati 11 Januari 2008
5. Kuliah Jumaat Jalan Dato Pati 13 Jun 2008
6. Kuliah Jumaat Jalan Dato Pati 01 Ogos 2008
7. Kuliah Jumaat Jalan Dato Pati 12 September 2008
8. Ceramah Isu Semasa Ketereh
9. Ceramah Isu Semasa Padang Mandol Tumpat
10. Ceramah Umum Isu Semasa DUN Panchor
11. Ghazwatul Badr 17 Ramadhan 1429
12. Ceramah Isu Semasa & Penjelasan Sidang DUN PUTIK 05 Disember 2007
13. Ceramah Isu Semasa Jeram Perdah Meranti Mei 2008
14. Ceramah Isu Semasa Kg Dusun Nyior Kemaman Jun 2008
15. Ceramah Isu Semasa Maahad Darul Anwar Pulau Melaka Jun 2008
16. Ceramah Isu Semasa Telok Gong Pelabuhan Klang Jun 2008
17. Ceramah Perdana Kg Losong Hj Mat Shafie Kuala Terengganu 02 Februari 2009

Tuesday, March 24, 2009

Persediaan Guru

Sebelum mengajar Al-Quran, setiap orang guru haruslah maklum bahawa mengajar Al-Quran mempunyai maksud yang luas, bukan sekadar boleh membaca sahaja, malah banyak lagi perkara lain yang mesti diberi perhatian dan pertimbangan supaya pengajaran dan pembelajaran benar-benar bermakna bagi pelajar. Antaranya ialah:
1. Guru harus sedar bahawa mengajar Al-Quran bukan sahaja bermaksud pelajar boleh menyebut huruf dan membaca Al-Quran, tetapi memupuk perasaan cinta kepada Al-Quran serta menjadikan hati mereka jinak dengan Al-Quran.
2. Guru harus mampu memperdengarkan bacaan Al-Quran yang baik dan fasih sehingga boleh menimbulkan perasaan khusyuk, tenang dan lega bila mendengarnya. Dengan demikian menimbulkan minat kepada pelajar untuk terus mendengar bacaan Al-Quran. Memang naluri manusia suka mendengar suara atau bunyi yang merdu, kerana bunyi yang merdu itu boleh menambat hati dan memberi kesan kepada jiwa. Oleh kerana guru tidak mampu memperdengarkan suatu yang merdu dari Al-Quran, maka menjadikan pengajarannya hambar dan tidak menarik. Ini menyebabkan pelajar tidak berminat kepada Al-Quran, lantas mereka mencari bunyi-bunyian lain yang dianggap lebih merdu, walau pun kita tidak menganggapnya merdu serta tidak pula harmoni, malah dalam banyak hal, berdosa pula.
3. Memastikan pelajar mendapat suatu yang baru daripada maksud Al-Quran yang dibaca. Ini menimbulkan minat untuk selalu menghadiri kelas Al-Quran kerana ada sesuatu yang ia dapat.
4. Guru haruslah mengulang-ulangkan tentang kelebihan belajar Al-Quran. Kelebihan-kelebihan ini bukan sahaja untuk tujuan kesejahteraan di akhirat, tetapi di dunia pun telah dapat dikecapi dan dinikmati.
5. Guru harus ingat bahawa Al-Quran ialah kalam Allah yang Qadim. Bacaannya ibadat, dan mesti dibaca dengan betul, terang dan fasih mengikut bahasa Arab yang standard. Kesalahan membacanya dikira salah dan haram. Jadi guru harus mencuba sedaya belajar Al-Quran dan boleh membacanya dengan baik, kemudian cuba sedaya yang mungkin untuk mendidik pelajar supaya mereka dapat membacanya dengan baik dan tidak melakukan kesalahan bacaan pada masa akan datang. Kesalahan yang tidak dibetulkan itu menyebabkan pelajar melakukan kesalahan yang serupa berpanjangan hingga ke akhir hayatnya.
6. Guru mesti menunjukkan cara yang betul dan jelas untuk menyebut huruf-huruf Al-Quran (makharijil huruf dan sifatnya) dan yang lain-lain yang berkaitan dengan hukum bacaan seperti dengung (ghunnah), panjang (mad), pendek dan sebagainya.
7. Tegaskan dari semasa ke semasa bahawa Al-Quran merupakan perlembagaan bagi orang Islam. Ia adalah kitab Petunjuk, pembimbing dan pembeda antara yang baik dan buruk. Oleh itu pelajar harus diberi peringatan bila membaca Al-Quran, bahawa kita sedang membaca peraturan Allah s.w.t.. Kita akan amalkan apa yang diperintahkan dalam ayat berkenaan.
8. Al-Quran bukan sahaja memberi panduan dan petunjuk kepada semua manusia, tetapi secara terus mendidik akhlak orang yang beriman. Jadi apabila berjumpa ayat-ayat berkenaan tegaskan kepada pelajar bahawa inilah ajaran Al-Quran.
9. Setiap peristiwa yang disebutkan dalam Al-Quran ada hubungan dengan kehidupan harian, jadi, guru harus mampu menghubungkaitkan dengan kehidupan harian pelajar. Dengan demikian barulah pelajar faham bahawa Al-Quran bukan untuk masa dahulu, tetapi ia sentiasa hidup dan menceritakan apa yang dilakukan oleh manusia sekarang.
10. Guru mestilah berakhlak dengan akhlak Al-Quran. Sekiranya akhlak guru bertentangan dengan Al-Quran, maka ini menjadikan pendidikan Al-Quran tidak berkesan. Lebih malang lagi, menjatuhkan maruah guru atau rendah nilai peribadi guru pada pandangan pelajar, dan ini menyebabkan pelajar tidak menghormati guru.

Model Pengajaran Tilawah Al-Quran

Pelajaran: Tilawah Al-Quran (Surah al-Baqarah ayat 1 – 5)
Tajuk: Dengung Nun Sakinah dan Tanwin
Tingkatan: Satu
Bilangan Pelajar: 35 orang
Masa : 40 minit
Objektif Am : Pelajar dapat membaca Al-Quran dengan baik dan betul
Objektif Khas:
1. Pelajar dapat membunyikan dengung Nun Sakinah dan Tanwin dengan betul (pada huruf Fa, Zai, Lam dan Qaf)
2. Dapat menyebut ciri-ciri orang-orang Muttaqin.

Langkah 1. Induksi set
Bertanya khabar dan berdoa. Guru boleh melakukan apa saja untuk menarik perhatian pelajar kepada tajuk pelajaran hari ini, seperti gambar orang solat, gambar dunia dan lain-lain. Kalau gambar orang solat, tanyakan; gambar apa ini? kenapa dia/kita solat?. Juruskan kepada tajuk: Kita solat untuk mendapat pangkat Taqwa, orang yang bertaqwa disukai Allah. Jadi hari ini kita akan membaca ayat-ayat Al-Quran yang menerangkan ciri-ciri orang bertakwa.
Kalau Gambar alam, tanyakan alam ini siapa yang jadikan? Ada lagi tak alam selain daripada yang kita nampak ini? Jika ada alam apa namanya?. (Alam ghaib). Kamu tahu apa yang ada dalam alam ghaib? Ya, ada syurga, ada neraka, ada Arasy, Kursi dan macam-macam lagi. Kita sebagai seorang Islam wajib percaya adanya alam ghaib ini. Orang yang benar-benar percaya kepada adanya alam ini akan tergolong dalam golongan orang yang bertaqwa, dan orang yang bertaqwa ini dikasihi Allah. Jadi, hari ini kita akan membaca ayat-ayat Al-Quran yang menceritakan ciri-ciri orang yang bertaqwa.

Langkah 2. Membaca ayat.

Guru pamirkan ayat di hadapan, sama ada tulisan di papan, carta, transparensi, slaid, LCD atau sebagainya. Dalam masa yang sama, jika boleh, setiap murid mempunyai Mushaf Al-Quran. Jika guru menulis ayat, pastikan ditulis dengan Rasm Uthmani, betul, elok, dan dapat dibaca oleh murid yang di belang kelas. Tujuan carta, ialah supaya guru dapat tunjukkan tanda-tanda semasa membaca dan membetulkan bacaan murid. Tujuan Mushaf Al-Quran ialah kerana membaca Al-Quran daripada Mushaf lebih baik dan lebih tepat. Selain itu ialah untuk menerangkan adab dengan Al-Quran dan juga untuk keberkatan dan mendapat pahala memandang mushaf.
Guru membaca ayat dengan diperhatikan oleh pelajar sekurang-kurangnya dua kali. Kali ketiga diikuti oleh semua murid. Kemudian minta murid membacanya secara perseorangan (dalam keadaan tertentu boleh secara kumpulan). Bilangan pelajar mengikut keadaan masa. Murid membaca di Mushaf lebih baik daripada di papan tulis. Guru betulkan bacaan yang salah. Guru mesti membacanya dengan betul (pada tempat yang salah) dan minta murid ulangkan beberapa kali sehingga betul.

Langkah 3. Perbincangan hukum bacaan
Guru minta murid keluarkan kalimah (ayat) yang ada Nun Sakinah. Guru tuliskan (senaraikan) di papan tulis. Kemudian guru tanyakan bagaimana membaca kalimah ini? Dengung atau tidak dengung? Kalau dengung, guru minta murid bacakan. Jika salah, tunjukan cara membacanya. Ambil perhatian semua murid supaya mendengar dan membaca ayat berkenaan dengan dengung yang betul. Demikinlah dengan kalimah lain satu persatu.
Selepas itu guru minta pelajar keluarkan kalimah (ayat) yang ada Tanwin, dan guru tuliskan di papan tulis. Guru soal pelajar bagaimana cara membaca kalimah berkenaan (satu demi satu). Dengung atau tidak dengung?. Kalau dengung bagaimana cara mendengungkannya. Jika murid bunyikan dengan cara yang salah atau tidak cukup harakat, maka guru tunjukkan cara yang betul. Minta perhatian pelajar semua supaya mendengar dan mengikut bacaan guru menyebut dengung bagi kalimat tersebut dengan betul. Minta beberapa orang murid menyebutnya untuk pengukuhan. Guru buat kesimpulan bahawa jika Nun Sakinah dan Tanwin bertemu dengan huruf seperti yang dibincangkan bacaannya adalah dengung.
Langkah 4. Latihtubi.
Guru bahagikan pelajar dalam beberapa kumpulan dan tetapkan ayat-ayat yang hendak dibaca oleh setiap kumpulan. Pelajar membaca dalam kumpulan selama 7 –10 minit. Guru mengawasi semua kumpulan di samping memberi perhatian lebih kepada kumpulan yang lemah. Dengan cara ini pelajar dapat membina kemahiran membaca dan semua pelajar dapat membaca.
Langkah 5. Beri pengajaran ayat.
Setelah cukup masa, guru panggil semua pelajar balik ke tempat masing-masing. Guru buat kesimpulan bahawa dalam ayat yang kita baca tadi Allah menjelaskan ciri-ciri orang yang bertaqwa, iaitu ; Orang yang percaya kepada perkara ghaib mendirikan solat, mengeluarkan zakat dan menderma, percaya kepada kitab-kitab Allah dan yakin adanya hari Akhirat. Guru tuliskan di papan dan pelajar salin.
Langkah 6. Penilaian
Guru tulis atau siapkan beberapa ayat yang ada Nun Sakinah dan Tanwin dan minta murid bacakan ayat-ayat berkenaan mengikut pengalaman yang dibincang sebentar tadi. Contoh soalan: Bagaimana membaca ayat ini? Cuba baca ayat ini, Ahmad, dan lain-lain. Solan tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa. Contoh: Sebutkan 3 ciri orang yang bertaqwa. Minta beberpa orang murid menjawabnya.
Langkah 7. Penutup.
Guru merumus isi pelajaran dan menasihati pelajar supaya, selalu membaca Al-Quran, membaca dengan cermat dan betul, melakukan solat, menolong kawan yang perlu pertolongan, kerana ini mendidik kita menjadi orang yang bertaqwa.

Model Pengajaran Kefahaman Al-Quran

Pelajaran: Kefahaman Al-Quran (Ayat 155-156 surah al-Baqarah)
Tajuk: Ujian dan kesabaran
Tingkatan: Satu
Bilangan Pelajar: 35 orang
Masa : 40 minit
Objektif Am : Pelajar dapat membaca Al-Quran dengan baik dan mengetahui panduan Al-Quran kepada umat Islam
Objektif Khas:
1. Pelajar dapat menerangkan jenis-jenis ujian Tuhan kepada HambaNya
2. Dapat menerangkan tujuan Allah menguji manusia
3. Dapat menyenaraikan kelebihan orang yang bersabar
Langkah 1. Induksi set

Setelah bertanya khabar dan berdoa, guru menarik perhatian pelajar dengan soalan-soalan yang ada kaitan dengan tajuk. Misalnya. Gambar hujan lebat dan banjir, orang dalam keadaan cemas dan sedang dipindahkah. Guru bertanya: Gambar apa ini? Bagaimana perasaan orang yang ditimpa musibah seperti ini? Dalam keadaan seperti ini apa kita mesti buat? Ya, Islam ajar kita, apabila kita menghadapi kesusahan kita mesti bersabar. Hari ini kita akan membaca ayat-ayat Al-Quran yang mencerita tentang jenis-jenis musibah sebagai ujian Tuhan kepada kita dan menggalakkan kita supaya bersabar.

Langkah 2. Membaca ayat Al-Quran
Guru paparkan ayat di hadapan kelas, sama ada dengan tulisan di papan tulis, carta, LCD, tranparensi dan sebagainya. Guru ambil perhatian murid supaya mendengar bacaan guru. Guru membaca ayat dengan cermat, baik, betul dan fasih. Selepas dua kali guru minta pelajar membaca mengikut bacaan guru. Selepas itu guru minta murid membaca secara perseorangan (bilangan murid bergantung kepada masa). Guru betulkan bacaan yang salah jika ada.
Langkah 3. Perbincangan maksud ayat
Guru beri makna ayat atau guru minta murid membaca makna yang ada dalam buku teks atau makna yang ditulis oleh guru dalam carta. Berdasarkan kepada makna ayat itu guru beri soalan. Contohnya: Apakah yang dijelaskan oleh ayat ini? Apakah jenis ujian Allah kepada manusia seperti yang tersebut dalam ayat ini. Ada tak ujian selain daripada ini? Sebutkan. Guru ulaskan semua jenis-jenis ujian itu. Kemudian guru bertanya: Kenapakah kita diuji dengan musibah seperti itu. Guru ulaskan jawapan murid. Guru bertanya lagi. Apa kita harus buat apabila kita diuji dengan musibah seperti yang tersebut itu? Ya, kita mesti bersabar, kerana bersabar itu banyak faedahnya.
Guru terus berbincang dengan kelas tentang cara bersabar sehingga pelajar faham apa maksud bersabar dan bagaimana tindakan orang yang bersabar berbanding dengan orang yang tidak bersabar.

Langkah 4. Perbincangan dalam kumpulan
Murid dipencahkan dalam beberapa kumpulan. Tajuk yang akan dibincangkan ialah; Apakah hikmah bersabar?. Jika guru mempunyai tajuk lebih daripada satu boleh dibincangkan tajuk yang berlainan bagi tiap-tiap kumpulan. Guru nasihatkan supaya setiap kumpulan melantik seorang pengerusi untuk mengandalikan perbincangan dan seorang jurutulis. Pesankan bahawa di akhir pelajaran setiap kumpulan akan membentangkan hasil perbincangannya.
Setelah cukup masa, guru minta setiap kumpulan menghantar wakil ke depan kelas untuk membentangkan hasilnya. Kalau boleh dilekatkan di papan tulis. Setelah semua kumpulan selesai membentangkan hasil, guru ajak pelajar melihat jika ada yang sama. Kemudian guru buat rumusan bahawa hikmat bersabar itu ialah………
Lebih baik guru tulis dengan ringkas di papan tulis dan minta pelajar menyalinnya sebagai nota. Nota inilah yang akan dijawab dalam peperiksaan nanti.
Langkah 5. Penilaian
Guru padam semua catatan yang ada di papan tulis dan guru memberi soalan kepada kelas. Contohnya:
- Sebutkan jenis-jenis ujian yang diberikan Tuhan kepada manusia ?
- Kenapakah Allah ujikan manusia dengan berbagai macam musibah?
- Berikan tiga hikmah bersabar?
- Apa tandanya orang tidak sabar?
- Apa hukumnya orang yang tidak bersabar?

Langkah 6. Penutup

Guru merumuskan isi pelajaran hari ini dan menasihati pelajar supaya berusaha bersungguh-sungguh untuk mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Nasihatkan pelajar supaya bersabar apabila ditimpa sesuatu musibah, kerana bersabar itu banyak kelebihannya. Setiap orang akan diuji oleh Allah dan ujian ini tidak sama antara seorang dengan seorang, dan orang yang bersabar itu mendapat pahala dan dikasihi Allah.

Kaedah Pengajaran Tilawah Al-Quran

Tilawah al-Quran ialah sutu komponen dalam mata pelajaran Pendidikan Islam. Dalam pelajaran ini dipecahkan kepada tiga, iaitu:
1. Tilawah
2. Kefahaman
3. Tahfiz.

Pengajaran Tilawah Al-Quran

Dalam Tilawah penekanan diberikan kepada bacaan Al-Quran secara bertajwid. Maksudnya memperbaiki bacaan Al-Quran pelajar. Dengan demikian, haruslah banyak membincangkan mengenai cara bacaan yang betul. Ini termasuklah sebutan makhraj huruf, sifat huruf, dengung, mad, dan sebagainya. Untuk ini guru mestilah membaca dahulu ayat-ayat yang hendak dipelajari dengan baik, betul, dan fasih. Kemudian diikuti dengan bacaan pelajar beramai-ramai, seterusnya bacaan pelajar secara kumpulan dan perseorangan.

Selepas itu baru bincangkan hukum bacaan. Guru keluarkan hukum-hukum tertentu, misalnya Nun Sakunah bertemu dengan Sin, Nun dan To, bagaimana cara membacanya. Jawapannya; dengung. Maka guru tunjukan bagaimana cara mendengungkan kalimah itu. Kemudian minta pelajar membacanya dan perhatikan dengungnya betul atau tidak, dan harakat dengung cukup atau tidak. Jika tak betul, guru tunjukkan cara yang betul. Begitulah seterusnaya dengan hukum-hukum lain.

Selepas itu bahagikan kelas kepada beberapa kumpulan kecil dan setiap kumpulan membaca ayat-ayat yang telah ditetapkan. Seorang Naqib dilantik untuk membimbing bacaan kawan-kawan. Guru beri tumpuan kepada kumpulan yang lemah, di samping itu guru mengawasi kumpulan-kumpulan lain. Lebih kurang 7 atau 10 minit guru panggil kelas dan beri maksud ayat yang baca dan buat kesimpulan pengajaran ayat.

Pengajaran Kefahaman Al-Quran

Dalam pelajaran Kefahaman Al-Quran penekanan diberikan kepada perbincangan maksud ayat. Guru tidak membincangkan aspek bacaan dan tajwid. Walau pun demikikan guru mesti juga membaca Al-Quran dan diikuti oleh bacaan pelajar secara ramai, kumpulan dan perseorangan. Guru hanyak membetulkan bacaan yang salah tetapi tidak bincangkan. Selepas beberapa orang pelajar membacanya, maka guru beri makna ayat. Selepas itu, guru berbincang besrsama pelajar tentang maksud daripada makna ayat itu. Guru minta pelajar keluarkan isi penting daripada makna ayat. Setiap yang diberi oleh pelajar ditulis di papan tulis sebagai nota. Guru merumuskan pengajaran ayat dan buat penilaian kemahiran berfikir (KBKK), kemudian nasihatkan pelajar supaya mengamalkan apa yang disarankan oleh ayat yang dibaca.

Mungkin ada tajuk-tajuk tertentu boleh dibincangkan dalam kumpulan-kumpulan kecil untuk pengayaan, maka guru buatkan kumpulan dan beri tajuk untuk dibincangkan. Sama ada tajuk yang sama untuk semua kumpulan atau pun tajuk yang berlainan, yang kedua ini lebih diutamakan. Setiap kumpula mesti ada seorang pengerusi dan seorang juru tulis. Selesai masa yang ditetapkan, setiap kumpulan akan menghantar wakil untuk menerang dapatan perbincangannya. Akhirnya guru buat rumusan dan kesimpulan pengajaran yang dapat dipetik daripada ayat. Beri penilaian (KBKK), kemudian menasihatkan pelajar supaya mengikut apa yang disarankan oleh ayat yang dibaca dan dibincangkan.

Perhatian:
Setiap kali mengajar Al-Quran pastikan ada suatu yang baru kepada pelajar. Hubungkaitkan maksud ayat Al-Quran yang dibincang dengan isu semasa, khasnya yang berkaitan dengan pelajar sendiri, seperti akhlak, amalan nilai Islam, menutup aurat dan lain-lain. Walaupun Al-Quran menceritakan kisah Bani Israil, tetapi perangai buruk orang-orang Bani Israil itu tetap ada pada manusia hari ini, termasuklah orang Islam. Dengan ini boleh menjadi pengajaran kepada kita semua, di samping itu pelajar tidak merasa jemu, sesbaliknya berminat untuk belajar Al-Quran, dan dalam masa yang sama pelajar faham bahawa Al-Quran bukan out of date, tetapi ia sentiasa up to date. Seperti kata Syed Naquib al-Attas “Islam is forever modern”

Pengajaran Tahfiz Al-Quran

Tidak banyak bezanya pengajaran Tahfiz dengan Tilawah dan kefahaman. Semuanya harus bermula dengan bacaan guru, kerana bacaan guru merupakan bacaan contoh. Dengan demikian guru mesti membaca dengan baik, betul dan fasih sebutan huruf dan kalimahnya, kerana ia akan diikut dan ditiru oleh pelajar. Jika baik dan betul bacaan guru, maka akan baiklah bacaan pelajar. Demikianlah sebaliknya.

Selepas bacaan, guru dan bacaan murid secara berseorangan, dan pembetulan jika ada, maka guru beri makna ayat dan buat kesimpulan pegajaran ayat. Selepas itu guru ceritakan kelebihan ayat berkenaan dan minta pelajar menghafaznya. Sehubungan dengan ini guru haruslah menerangkan cara menghafaz Al-Quran setiap kali bertembung dengan ayat hafazan. (Lihat Panduan Menghafaz Al-Quran dalam tajuk web Hafaz Al-Quran).

Panduan Menghafaz Al-Quran

Al-Quran adalah kitab suci yang terakhir diturunkan sebagai pembimbing manusia ke jalan yang benar. Oleh kerana ia yang akhir, maka ia lebih lengkap dibandingkan dengan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Al-Quran juga merupakan kitab yang mu`jiz. Bahasanya tinggi, sasteranya indah, maknanya dalam, pengajarannya luas dan isi kandungannya meliputi segenap aspek kehidupan manusia. Dan yang lebih hebat lagi, ia boleh dihafaz oleh manusia dan jin yang mempunyai niat yang ikhlas untuk berbuat demikian. Tentu ada sesuatu hikmah disebaliknya, justeru kita dianjurkan supaya menghafaznya.

Menghafaz Al-Quran bukan perkara baru. Sejak ia diturunkan ia telah pun dihafaz. Nabi Muhammad s.a.w. merupakan orang pertama menghafaz Al-Quran. Dengan demikian baginda s.a.w. digelarkan Saiyidul-Hufaaz (Penghulu bagi penghafaz Al-Quran). Sahabat-sahabat semuanya menghafaz Al-Quran. Ada di antara mereka yang menghafaz seluruh Al-Quran, dan ada di antaranya yang menghafaz sebahagiannya sahaja. Bagi setiap orang Islam dikehendaki menghafaz Al-Quran sekurang-kurangnya cukup untuk dibaca di dalam solat.

Menghafaz Al-Quran bukan bermakna mengingat ayat-ayatnya sahaja, malah ia mempunyai maksud yang lebih daripada itu. Tidak ada bahasa lain yang dapat menterjemahkan perkataan Hafaz atau (hifz) dalam bahasa Aarab. Hifz dari segi bahasa bermaksud menjaga, dan memelihara. Justeru, orang yang menghafaz Al-Quran ialah orang yang memelihara Al-Quran daripada hilang. Ia menyimpannya di dalam dada, dan ia membacanya selalu supaya tidak lupa dan tidak hilang. Khuram Murad menyebutkan di dalam bukunya Way to the Qur'an (1991) dengan mengatakan bahawa:
The word Hifz now used in the limited sense of memorizing, includes both understanding and practice. In fact there is no English word which can accurately reflect its true and full meaning. Hifz is an essential way of making the Qur'an penetrate you. It is not a mechanical, ritual etc., it is an act of high spiritual and devotional impotence. Through Hifz one can read in prayers and ponder its meaning. It makes the Qur'an flow on our tongue, reside in your mind, dwell in your heart, and it becomes your constant companion.

Berdasarkan kepada kenyataan ini, kita faham bahawa menghafaz bukan bermaksud mengingat sahaja, walau pun mengingat itu satu daripada unsur menghafaz. Menghafaz bermaksud menjaga, mengulang dan menghayati. Proses menghafaz bermula dengan membaca dan mengulang. Yang telah lekat di dalam dada itu dijaga supaya tidak hilang. Caranya ialah juga dengan selalu mengulang-ulang bacaan. Menghayati maksud ayat-ayat yang dibaca itu tidak dapat dilakukan kecuali dengan memahami maknanya. Dan ini juga merupakan satu aktiviti yang perlu diambil perhatian.

Menghafaz al-Quran tidak seperti menghafaz senikata lagu dan prinsip-prinsip matematik atau sains. Selain daripada sifatnya yang tidak sama itu, menghafaz Al-Quran adalah ibadat. Ia suatu amalan untuk mendekatkan diri dengan Allah s.w.t.. Dengan sebab itu ia mempunyai beberapa kelebihan. Jadi, sebelum kita bincangkan tentang panduan dan cara-cara menghafaz, elok jika kita perhatikan dahulu tentang kelebihan membaca dan menghafaz Al-Quran.
Firman Allah:

Maksudnya: "Sesungguhnya Al-Quran ini menunjukkan ke jalan yang paling lurus dan memberi berita gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan amal soleh, bahawa bagi mereka ganjaran yang besar"
Surah Al-Isra 9.
FimanNya lagi:

Maksudnya: "Sesungguhnya orang-orang yang membaca kitab Allah dan mendirikan solat serta membelanjakan daripada rezeki yang Kami kurniakan kepada mereka secara rahsia atau secara terang, sedangkan mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan binasa (pahala yang bekekelan), nescaya Allah akan menyempurnakan kepada mereka ganjaran yang patut mereka dapat, malah menambahkan lagi kepada mereka beberapa kelebihan. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Pengampun lagi amat bersyukur". Surah Fatir 29-30.
Selain daripada itu, Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam (s.a.w.) bersabda bemaksud: "Sesiapa yang membaca satu huruf daripada kitab Allah Ta'ala, maka baginya satu kebajikan, dan satu kebajikan itu digandakan dengan sepuluh kali ganda. Aku tidak mengatakan Alif, Lam, Mim itu satu huruf, tetapi, Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf". Riwayat Ibnu Mas'ud.
Abu Umamah al-Bahili r.a. meriwayatkan dengan katanya: "Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda bermaksud: "Bacalah Al-Quran, kerana sesungguhnya ia akan datang di hari Kiamat memberi syafaat kepada pembacanya"

Membaca Al-Quran bukan sahaja mendapat pahala dan menjadi syafaat di dalam kubur dan juga di hari Akhirat, tetapi ia juga merupakan ubat dan penawar serta rahmat bagi seluruh kaum muslimin. Ini adalah berdasarkan firman Allah:

Bermaksud: "Dan Kami turunkan sebahagian daripada ayat-ayat Al-Quran itu menjadi penawar dan rahmat bagi orang mukmin". Surah Isra 82.
Fadhilat Al-Quran bukan sahaja kerana membacanya, malah mendengarnya pun mendapat banyak manfaat. Antaranya ialah seperti yang disabdakan oleh Nabi s.a.w. yang bermaksud:
"Sesiapa yang mendengar (bacaan) satu ayat dari kitab Allah (Al-Quran), maka ayat itu menjadi nur (cahaya) baginya". Riwayat Ibnu Abbas r.a.
Malah,lebih daripada itu jika kita dapat menghafaz, memahami dan mengajarkannya kepada orang lain. Kerana dengan menghafaz kita dapat memelihara Al-Quran daripada hilang, dan dengan mengajarnya kita dapat menyelamatkan orang Islam daripada kehilangan punca agama dan aqidah. Dalam sebuah hadis riwayat Uthman bin 'Affan bahawa Nabi s.a.w. bersabda yang maksudya:
"Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarnya kepada orang lain"
Dalam sebuah hadis lain yang diriwayatkan oleh ad-Darimi daripada Ibnu Mas'ud r.a. bahawa
Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud:
"Bacalah Al-Quran, kerana sesungguhnya Allah Ta`ala tidak menyiksa hati yang menyimpan Al-Quran (hafaz Quran). Dan sesungguhnya Al-Quran itu hidangan Allah, maka sesiapa yang masuk padanya, maka dia mendapat keamanan, dan sesiapa yang kasihkan Al-Quran, maka hendaklah ia bergembira (dengan berita baik daripada Allah Ta'ala".
Sebaliknya rugilah orang yang tidak ada Al-Quran di dalam hatinya walaupun satu ayat. Rasulullah s.a.w. menganggapkan orang yang tidak membaca Al-Quran dan tidak menghafaznya, seterusnya tidak pula beramal dengan ajarannya ialah orang yang sangat rugi seperti rumah buruh yang hampir runtuh. Sabda baginda s.a.w. bermaksud:
"Sesungguhnya orang yang tidak ada sesuatu daripada Al-Quran di dalam dirinya adalah seperti rumah usang, buruk dan hampir runtuh" Hadis riwayat Tarmizi.
Berdasarkan kepada ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis seperti yang dibentangkan di atas, marilah sama-sama kita insaf diri dan kembali kepada Al-Quran. Iaitu dengan mempelajarinya, memahami, menghafaz dan mengamal serta menghayati ajarannya.
Di bawah ini dipeturunkan sedikit panduan menghafaz Al-Quran bagi yang berminat. Jika ada kemusykilan, sila hubungi penulis.
Panduan dan langkah-langkah menghafaz Al-Quran
Bagi guru Pendidikan Islam, sebelum menyuruh pelajar menghafaz mana-mana ayat Al-Quran, guru hendaklah menerangkan dahulu tentang kelebihan mengahafaz Al-Quran dan kelebihan menghafaz ayat-ayat tertentu dan kenapa ayat-ayat berkenaan perlu dihafaz. Adalah tidak wajar jika guru hanya menyuruh pelajarnya menghafaz tanpa memberitahu caranya.

Guru juga dikehendakki memberitahu pelajar tentang panduan menghafaz. Ini bertujuan supaya proses menghafaz itu mudah dan cepat ingat serta tidak membosankan . Di samping itu ia juga tidak mudah lupa.
A. Adab-adab sebelum membaca/menghafaz Al-Quran.
Kerana Al-Quran kitab yang suci, jadi kita perlu muliakannya sesuai dengan kesucian dan ketinggiannya. Tanpa memuliakannya payah ayat-ayatnya akan melekat di dada kita. Antara adab-adabnya ialah:
1. Bersuci dan berwuduk
2. Memakai pakaian yang bersih
3. Berada di tempat yang bersih dan sunyi
4. Mengadap kiblat
5. Ikhlaskan niat. Menghafaz kerana hendak menghafaz, sebab Allah dan rasulNya suka orang yang menghafaz Al-Quran, bukan kerana sebab-sebab lain yang bersifat keduniaan
B. Teknik menghafaz Al-Quran
1. Membaca ayat-ayat berakenaan dengan sebutan yang betul dan lambat-lambat (Tartil). Jika ayat itu panjang, ambil sebahagiannya sahaja.
2. Baca dan ulang-ulangkan beberapa kali hingga lancar.
3. Setelah lancar, baca ayat berkenaan dengan lebih cepat (Tadwir).
4. Ulang-ulangkan beberapa kali dengan bacaan Tadwir hingga betul-betul lancar.
5. Baca dan cuba mengingat ayat-ayat berkenaan. Iaitu baca tanpa kepada mushaf. Jika tersangkut atau tidak lancar baru lihat mushaf, dan kemudian teruskan bacaan (hafazan) tanpa melihat mushaf.
6. Setelah dapat mengingat atau membaca dengan lancar tanpa melihat mushaf, baca ayat lain, iaitu ayat sambungannya, dan lakukan seperti langkah 1, 2, 3, 4, dan 5.
7. Setelah dapat mengingat ayat yang kedua ini, mula balik membaca dari awal ayat pertama hingga akhir ayat kedua tanpa melihat mushaf, melainkan jika tersangkut atau tidak lancar.
8. Ulangkan baca beberapa kali dengan bacaan Tadwir supaya lancar.
9. Apabila mendirikan solat, baca ayat-ayat yang telah dihafaz itu di dalam solat.
10.Amalkan membaca Al-Quran setiap hari supaya tidak lupa.
Inilah di antara panduan dan langkah-langkah menghafaz Al-Quran yang dapat dipaparkan untuk tatapan pembaca. Jika ada kabaikan, itu ialah pertolongan daripada Allah Ta'ala. Jika ada kekurangan, itulah sifat manusia yang serba kekurangan, justeru berbanyak maaf dipinta. Semoga rencana yang ringkas ini memberi manfaat untuk semua.

Surah-surah Palsu Di Internet

Diharap jangan kita mudah terpedaya dengan penipuan yang dibuat oleh musuh Islam untuk menyesatkan kita serta menjadikan kita jauh dari landasan Islam yang sebenar. Di bawah ini dapat kita penulis ingin menunjukkan kepada pembaca surah-surah palsu yang dicipta oleh golongan yang ingin memusnahkan Islam. Semoga dengan ilmu pengetahuan ini dapat menjadikan kita lebih berhati-hati terhadap sesuatu perkara yang boleh menjadikan kita terpesong jauh dari ajaran Islam.

Keempat-empat surah tersebut boleh dilihat di alamat berikut :

http://members.aol.com/suralikeit/tajassud.htm
http://members.aol.com/suralikeit/iman.htm
http://members.aol.com/suralikeit/wasaya.htm http://members.aol.com/suralikeit/muslimoon.htm

Contoh surah tersebut ialah:








Monday, March 23, 2009

Al-Fatihah

Assalamualaikum...
Semoga boleh dimanfaatkan Al-Fatihah adalah satu rukun
dalam solat,apabila cacat bacaannya maka rosaklah solat. Oleh
itu perbaikilah bacaannya dengan ilmu tajwid. Bukan setakat
bacaannya saja rosak malah kita menyebut nama syaitan di
dalam solat kita.

Berikut diperturunkan nama syaitan laknat yang wujud didalam
Al-Fatihah, sekiranya kita tidak berhati-hati. Nama syaitan;

1. DU LI LAH (bila dibaca tiada sabdu) sepatutnya
DULILLAH

2. HIR ROB (bila dibaca dengan sabdu) sepatutnya HIROB

3. KIYYAU (bila dibaca dengan sabdu) sepatutnya KI YAU

4. Iya (disebut tanpa sabdu) sepatutnya Iyya. Iya
bermaksud 'matahari'

5. KANNAK (bila dibaca dengan sabdu) sepatutnya KA NAK

6. KANNAS (bila dibaca dengan sabdu) sepatutnya KA NAS
Dalam ayat ke 6,jika salah bacaannya akan bermaksud
"kepada mataharilah yang kami sembah dan kepada matahari
kami meminta pertolongan"!!!!

7) SIROTHOLLAZI............. sehingga habis hendaklah
dibaca tanpa henti.

8) AMIN ...............hendaklah mengaminkan Al-Fatihah dengan
betul iaitu AA......dua harakat, MIN .... 3 harakat, semoga Amin
kita bersamaan dengan Amin malaikat ..... Insya-Allah. semoga
kita menjadi orang yang sentiasa membaiki bacaannya.

Perhatian;
Sebarkan hukum Allah walaupun satu ayat semoga kita
mendapat rahmatNya, Insya-Allah.

PRINSIP ILMU AL QIRAAT

1)Takrif :

Satu ilmu tentang cara untuk menyebut kalimah-kalimah Al-Quran berserta dengan kepelbagaian padanya dengan disandarkan kepada periwayatnya.

2)Tajuk perbincangan :

Kalimah-kalimah Al-Quran dari sudut keadaan dalam menyebutnya. Perkara yang dibincangkan adalah seperti mad dan qasr, idgham dan izhar dan sebagainya.

3)Tujuan :

1.Memelihara kesucian Al-Quran.
2.Mengetahui apa yang dibaca oleh setiap imam qurra' serta dapat membezakan manhaj setiap imam. Dan lain-lain lagi.

4)Kelebihannya :

Diantara semulia-mulia ilmu kerana kaitannya dengan kalam Allah.

5)Namanya :

Ilmu Al-Qiraat (القراءات ) lafaz jamak kepada ( القراءة ) bermakna wajah yang dibaca.

6)Sandarannya :

Daripada sunnah dan ijmak. Juga dikatakan daripada riwayat yang sohih dan mutawatir daripada imam-imam qiraat daripada rasulullah S.A.W.

7)Hukum Syarak :

Fardhu kifayah belajar dan mengajar.

8)Masalah-masalahnya :

Kaedah-kaedah tertentu seperti setiap 2 huruf hamzah yang berada dalam satu kalimah ( ءألد , ءأنذرتهم ) dibaca dengan tashil oleh Hijaziyyun.









APAKAH HUBUNGAN DI ANTARA AL-QURAN DAN AL-QIRAAT ?

Ulama berselisih pendapat dalam persoalan adakah kedua-duanya merupakan perkara yang sama atau sebaliknya.
Imam Badruddin Azzarkashi menyatakan bahawa Al-Quran dan Al-Qiraat adalah 2 hakikat yang berlainan. Ini kerana Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah saw sebagai mukjizat dan keterangan. Sebaliknya Al-Qiraat pula adalah kepelbagaian lafaz-lafaz wahyu itu pada huruf dan kaedah pembacaan seperti takhfif dan tashdid. Al-Qiraat juga tidak dapat tidak diambil melalui proses talaqqi dan mushafahah.
Ad Doktor Muhammad Salim Muhaisin pula berpendapat bahawa Al-Quran dan Al-Qiraat adalah dua hakikat dengan satu makna. Berdasarkan Al-Quran adalah masdar yang seerti dengan Al-Qiraah. Al-Qiraat pula jamak kepada Al-Qiraah. Maka bagi beliau kedua-duanya adalah mempunyai satu makna.

"سبعة أحرف" TUJUH HURUF

Al-Quran Turun Dengan ' Tujuh Huruf '

Terdapat beberapa hadis yang menerangkan perkara tersebut, diantaranya :

روى البخارى و مسلم فى صحيحيهما عن ابن عباس رضى الله عنهما أنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (( أقرأنى جبريل على حرف فراجعته , فلم أزل أستزيده ويزيدنى حتى انتهى إلى سبعة أحرف ))

روى البخارى و مسلم أيضا ( واللفظ للبخارى ) أن عمر بن الخطاب رضى الله عنه قال (( سمعت هشام بن حكيم يقرأ سورة الفرقان فى حياة رسول الله صلى الله عليه وسلم , فاستمعت لقراءته فإذا هو يقرؤها على حروف كثيرة , لم يقرئنيها رسول الله صلى الله عليه و سلم فكدت أساوره فى الصلاة , فانتظرته حتى سلم , ثم لببته بردائه , فقالت : من أقرأك هذه السورة التى سمعتك تقرأ ؟ قال أقرأنيها رسول الله صلى الله عليه و سلم . فقالت له : كذبت , فوالله إن رسول الله صلى الله عليه و سلم أقرأنى هذه السورة التى سمعتك تقرؤها , فانطلقت أقوده إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم فقالت : يا رسول الله إنى سمعت هذا يقرأ بسورة الفرقان على حروف لم تقرئنيها , وأنت أقرأتنى سورة الفرقان , فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (( أرسله يا عمر. اقرا يا هشام . فقرأ عليه القراءة التى سمعته يقرؤها قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (( هكذا أنزلت . ثم قال رسول الله صلى الله عليه و سلم (( اقرا يا عمر)) فقرأت القراءة التى أقرأنى , فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (( كذلك أنزلت إن هذا القرءان أنزل على سبعة أحرف فاقرأوا ما تيسر منه ))

Makna Huruf

Huruf dari sudut bahasa mempunyai banyak makna. Diantaranya :

1. Hujung sesuatu { ومن الناس من يعبد الله على حرف }
2. Huruf hijaiyyah
3. Sebahagian sesuatu atau satu pihak.
4. Bahasa atau lahjah sesuatu bahasa.
5. Wajah-wajah qiraat yang terdapat dalam Al-Quran.

Yang Dikehendaki Dengan Tujuh Huruf Di sini Ialah….

Ulamak berselisih pendapat dalam memberi pengertian " سبعة أحرف " dalam hadis yang telah lalu. Di antara pendapat mereka :

1. Tujuh bahasa daripada bahasa-bahasa arab dengan memberi satu makna.
2. Tujuh bahasa daripada bahasa-bahasa arab dan keseluruhan wajah bagi kalimah-kalimah tidak terkeluar daripada 7 bahasa.
3. Suruhan, tegahan, janji baik, janji buruk, perbantahan, kisah-kisah dan perumpamaan. Atau suruhan, tegahan, halal, haram, muhkam, mutashabih, dan perumpamaan.
4. Tujuh kepelbagaian wajah yang merangkumi. Pendapat Ibnu Al Jazari.
1)Kepelbagaian pada baris tanpa melibatkan perubahan pada makna dan bentuk tulisan. {يحسب } dengan fathah dan kasrah huruf sin.
2)Kepelbagaian pada baris melibatkan perubahan pada makna sahaja {فتلقى ءادم من ربه كلمت } dengan rafa' pada ءادم dan nasab pada كلمت atau dengan sebaliknya.
3)Kepelbagaian pada huruf melibatkan perubahan pada makna tidak pada bentuk tulisan. {تتلوا , تبلوا }.
4)Kepelbagaian pada huruf melibatkan perubahan pada bentuk tulisan tidak pada makna. {الصراط , السراط }.
5)Kepelbagaian pada huruf dan bentuk tulisan { يأتل , يتال }.
6)Kepelbagaian dengan mendahulukan dan mengakhirkan { وقاتلوا وقتلوا }
7)Kepelbagaian dengan menambah dan mengurangkan { ووصى , و أوصى }

5. Tujuh wajah yang berbagai-bagai mencakupi kepelbagaian Qiraat. Pendapat Imam Fakhruddin Ar Razi.
1)Kepelbagaian pada kata nama sama ada dengan tunggal atau jamak seperti { والذى لأمانتهم و عهدهم راعون }
2)Kepelbagaian pada wajah-wajah I'rab seperti { فتلقى ءادم من ربه كلمت}
3)Kepelbagaian pada tasrif seperti {فقالوا ربنا باعد بين أسفارنا }
4)Kepelbagaian dengan mendahulukan dan mengakhirkan seperti {أفلم ييأس, فيقتلون ويقتلون }
5)Kepelbagaian dengan menukarkan. Sama ada huruf dengan huruf atau kalimah dengan kalimah seperti {وانظر إلى العظام كيف ننشزها } {كالعهن المنفوش }
6)Kepelbagaian dengan menambah dan mengurangkan seperti {وأعد لهم جنت تجرى تحتها الأنهر }
7)Kepelbagaian lahjah dengan tafkhim dan tarqiq, fathah dan imalah, izhar dan idgham, tashil, ishmam dan sebagainya.

Hikmah Turunnya Al-Quran Dengan Tujuh Huruf

1)Menjadi dalil terpeliharanya kitab Allah daripada perubahan dan penyelewengan.
2)Sebagai keringanan kepada umat Islam dalam membacanya.
3)Menyatukan umat Islam kepada lisan yang satu iaitu Quraish ( Al-Quran diturunkan dengan bahasa Quraish). Dan sebagainya…

Adakah Mushaf Uthmani Mengandungi Ketujuh Tujuh Huruf ?

Ulamak berselisih pendapat.

Pertama : Sekumpulan daripada fuqaha' , qurra' dan mutakallimin berpendapat bahawa mushaf uthmani mengandungi ketujuh-tujuh huruf. Alasan mereka ialah tidak boleh diabaikan tujuh huruf dalam meriwayatkan Al-Quran kerana bersama-samanyalah Al-Quran diturunkan.
Kedua : Jumhur ulamak salaf dan khalaf bahawa mushaf uthmani mengandungi apa yang ditanggung oleh bentuk penulisannya daripada tujuh huruf. Ini lebih rajih.


PERKEMBANGAN ILMU QIRAAT

Setelah kita fahami bahawa Al-Quran turun dengan tujuh huruf dan kita juga sudah jelas apa yang dimaksudkan dengan tujuh huruf tersebut, kini kita akan ikuti perkembangan ilmu ini sejak zaman junjungan besar s.a.w.
Rasulullah saw membacakan kepada sahabat-sahabat baginda akan Al-Quran dengan tujuh huruf ini. Maka berlaku kepelbagaian dalam bacaan setiap sahabat. Bacaan yang dibaca oleh seorang sahabat tidak sama dengan sahabat yang lain. Lalu bertebaranlah para sahabat menyebarkan agama Allah. Disebabkan kepelbagaian itu generasi tabi'in juga mengalami perkara yang sama. Begitulah seterusnya sehinggalah sampai kepada zaman Imam-imam yang agung. Mereka telah menyusun semula Qiraat dan mengembangkannya dengan lebih tersusun.

Bilakah Bermulanya Penurunan Al-Qiraat

Persoalannya adakah semasa Rasulullah saw di Makkah ataupun di Madinah ? Ada 2 pendapat.
Pertama : Ketika di Makkah bersama dengan bermulanya penurunan Al-Quran. Pendapat ini berdasarkan bahawa sebahagian besar surah Al-Quran adalah Makkiyyahdan pada surah-surah tersebut terdapat wajah qiraat yang terdapat dalam surah-surah Madaniyyah.

Kedua : Diturunkan di Madinah selepas hijrah rasul. Seperti diketahui bahawa selepas hijrah ramai manusia telah memeluk Islam. Mereka adalah daripada pelbagai bangsa dengan berbagai-bagai dailek dan bahasa. Maka Al-Qiraat sebagai kemudahan kepada umat Islam bagi membaca Al-Quran dengan tujuh huruf.

Siapakah Yang Mula Membukukan Ilmu Qiraat ?

Ahli sejarah telah menyebutkan bahawa yang paling awal mengarang ilmu ini ialah ABU UBAID AL QASIM IBN SALAM (233H) yang telah mengarang kitab Qiraat dengan 25 orang qari.
Ada juga pendapat mengatakan seawal-awal pengarang kitab dalam qiraat sab'ah ialah AL HUSAIN IBN OSMAN IBN THABIT AL BAGHDADI AL A'ZIR (378H)

PEMBAHAGIAN Al-QIRAAT DARI SUDUT SANAD

Al-Qiraat jika ditinjau dari sudut sanad terbahagi kepada enam :

1)Al Mutawatir
Qiraat yang diriwayatkan oleh sekumpulan dari sekumpulan yang tidak mungkin persepakatan mereka di atas pendustaan ; contohnya Qiraat yang disepakati daripada imam-imam yang tujuh.
2)Al Mashhur
Qiraat yang sah sanadnya kerana periwayatnya adil, mempunyai kekuatan ingatan dan meriwayatkan daripada periwayat yang sepertinya. Begitu juga Qiraat itu berbetulan dengan bahasa arab dan salah satu daripada mushaf-mushaf uthmani. Sama ada daripada Qiraat Sab'ah atau A'sharah. Juga Qiraat tersebut mashhur di kalangan qurra' dan tidak di kira sebagai salah.
Contohnya , Qiraat yang diriwayatkan daripada imam yang tujuh tetapi tidak disepakati. Ada periwayat yang meriwayatkan Qiraat yang tidak diriwayatkan oleh yang lain.
Hasil agung dalam kedua-dua bahagian ini adalah seperti At Taisir bagi Imam Ad Dani, As Shathibiyyah dan Toyyibatun Nashri.
Kedua-dua bahagian ini adalah dibaca dengan wajib beri'tikad akan kebenarannya dan tidak boleh mengingkarinya.

3)As Sohih
Qiraat yang sah sanadnya tetapi bersalahan dengan rasm atau bahasa arab atau tidak mashhur seperti yang disebutkan.
Bahagian ini tidak dibaca dan tidak wajib beri'tikad akan kebenarannya. Seperti {متكئين على رفرف خضر وعبقري حسان , لقد جاءكم رسول من أنفسكم }

4)As Shaz
Qiraat yang tidak sah sanadnya seperti Qiraat Ibn As Sumaiqi' {فاليوم ننحيك ببدنك لتكون لمن خلفك ءاية}

5)Al Maudu'
Qiraat yang diriwayatkan kepada periwayatnya tanpa ada asas.

6)As Shabih Bil Mudraj
Qiraat yang ditambah kerana menafsirkan ayat seperti Qiraat Saad Ibn Abi Waqqas {وله أخ أو أخت من أم }

Ceramah Ilmu

video

Mohd. Khairi Pilih Islam Selepas Puas Mengkaji

Oleh TARMIZI ABDUL RAHIM


MOHD. KHAIRI YAP ABDULLAH.

WAHYU pertama yang diturunkan Allah s.w.t kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad s.a.w melalui malaikat Jibril pada malam 17 Ramadan ialah Iqra' (Bacalah) yang memberi signifikan kepentingan menuntut dan menimba ilmu pengetahuan.

Bermula daripada detik itulah, kehebatan Islam terus gemilang dengan membawa rahmat ke seluruh pelosok dunia sehingga menyinarkan zaman kegelapan yang dihadapi oleh bangsa Arab dan penganut agama Islam lain.

Signifikan daripada mukjizat agung itu telah mencorakkan tamadun dunia dengan pelbagai penemuan inovasi dan teknologi yang tiada tolok bandingnya.

Bagi Mejar Mohd. Khairi Yap Abdullah, 44, perkara itu tidak pernah disedari olehnya kerana beliau tidak pernah didedahkan mengenai kemuliaan ajaran Islam. Sementelahan pula anak kelahiran Mentakab, Pahang itu sejak dilahirkan sehingga 29 tahun beragama Kristian dan dibesarkan dalam persekitaran agama berkenaan yang begitu kuat dan menebal.

Kalaupun ada maklumat mengenai agama Islam yang diketahuinya, ia adalah terlalu sedikit dan kononnya ajarannya pula terpesong daripada landasan sebenar - mengikut doktrin Kristianisasi.

Selama 29 tahun menganut Kristian, Islam yang diketahuinya mengandungi pelbagai kekurangan dan cukup sinonim dengan elemen keganasan di kalangan penganutnya demi mencapai matlamat penyebaran dakwah.

Bagaimanapun, sudah menjadi fitrah kepada manusia yang sempurna akalnya untuk mencari kepastian dan kebenaran di atas setiap persoalan yang timbul mengenai agama yang dianutinya dan juga agama yang 'diperhodohkan' iaitu Islam.

Semangat mencari kebenaran itu semakin menebal apabila beberapa kekeliruan dan kemusykilan yang timbul di dalam agama yang dianutinya gagal dijawab secara logik dan realistik.

Justeru, perasaan was-was dan curiga mula timbul di benak fikiran dan jauh di sudut hati Mohd. Khairi atau nama asalnya sebelum ini, Yap Mon Fong terhadap kesucian dan kebenaran agama berkenaan.

"Hati saya menjadi bercelaru dan berada dalam dilema kerana jika Islam itu agama tidak elok kenapa begitu ramai penganutnya di seluruh dunia dan setiap sesuatu yang mempunyai kaitan dengan Nabi Muhammad juga menjadi ikutan utama dan tempat rujukan semua penganut agama Islam sehingga kini," katanya kepada Mega, baru-baru ini.

Mohd. Khairi memutuskan untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya dengan melafazkan dua kalimah syahadah pada 3 Februari 1992, pada usia 29 tahun di hadapan kadi Pahang semasa berpangkat Kapten dan berkhidmat di Kuantan, Pahang.

"Kira-kira empat tahun sebelum itu, semasa perasaan was-was terhadap agama yang saya anuti sebelum ini timbul, saya mulai mengkaji secara mendalam secara perbandingan antara semua agama lain termasuk membaca pelbagai genre buku mengenai Islam.

"Semakin mengkaji, kebenaran mengenai agama Islam terus menonjol apabila semua perbuatan ibadah dan kemusykilan tauhidnya walaupun kecil dapat dijawab dengan menyeluruh dan lengkap," jelasnya.

Mohd. Khairi berkata, kajian mendalam mendapati agama Islam langsung tidak mempunyai cacat cela malah ia mencakupi setiap cabang kehidupan manusia daripada mula ditiupkan roh hingga mati sebelum dibangkitkan semula pada Hari Pembalasan.

"Keburukan yang dimomokkan berpunca akibat kelemahan penganutnya kerana tidak berpegang kepada ajaran sebenar Islam yang diajar oleh al-Quran dan hadis," katanya.

Mohd. Khairi bertemu jodoh dengan Siti Fatihah Sidek, 44, seorang guru pada 25 Mei 1997 dan hasil perkongsian hidup itu, mereka dikurniakan seorang cahaya mata, Siti Nabilah yang kini berusia sembilan tahun.

Menceritakan kembali saat selepas pengislamannya, beliau berkata, perkara itu disorokkan selama tiga tahun sebelum ibu bapa dan adik-beradiknya akhirnya menerima dengan baik pengislamannya itu.

"Saya masih pulang ke rumah keluarga tetapi cuba mengelak menjamah makanan tidak halal yang dimasak oleh ibu. Saya akan cari pelbagai alasan, antaranya sudah makan semasa di tempat kerja, nak keluar jumpa kawan hingga menyebabkan ibu terperasan sesuatu telah terjadi kepada saya," katanya.

Kata beliau, ketika ibunya mengetahui mengenai pengislamannya itu, hatinya amat sedih dan kecewa kerana baginya apabila memeluk Islam bermakna menjadi Melayu dan segala hubungan kekeluargaan akan terputus.

Akhirnya, berkat doa yang tidak pernah putus-putus dan akhlak menghormati orang tua telah menyejukkan hati mereka sehingga dapat menerimanya.

"Selama itu, walaupun mereka tidak senang dengan saya tetapi saya tetap menziarahi mereka termasuk semasa perayaan dan majlis keramaian, malah saya juga membawa isteri dan anak saya menziarahi mereka.

"Islam mengajar kita menjadi manusia berguna dan setiap ibu hanya inginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka dan mereka tidak akan sanggup melihat darah daging mereka menjadi jahat," katanya.

Sementara itu, Mohd. Khairi juga mempunyai kecintaan yang tinggi terhadap ilmu apabila memperuntukkan kira-kira RM500 sebulan untuk membeli pelbagai genre buku ilmiah termasuk mengenai Islam hasil karangan ulama muktabar.

Beliau yang amat mementingkan disiplin hasil asuhan tentera juga mempunyai pelbagai pengalaman menarik seperti menyaksikan sendiri pembunuhan etnik Islam yang berlaku di Bosnia Herzegovina semasa bertugas di negara Balkan itu selama enam bulan pada tahun 1996.

ISU BARAKAH DALAM PENDIDIKAN MELALUI IT SATU PENILAIAN

Oleh: Muhammad 'Uthman El-Muhammady

Pendidikan melalui IT . Teknologi Maklumat- atau sekarang digunakan istilah ICT -Teknologi Maklumat dan Komunikasi - adalah sesuatu yang tidak boleh dielakkan, bahkan merupakan satu keperluan oleh kerana meluasnya penggunaan teknologi demikian dalam keberkesanan dan kepantasannya dalam segi-segi tertentu. Walaupun sebelumnya ia merupakan teknologi yang dilahirkan bagi tujuan peperangan, tetapi kemudiannya ia digunakan dengan meluas bagi mencari maklumat, menyimpan, menghantarkan ke sasaran serta mengembangkannya dengan penuh berkesan. Dengan kedudukannya sebagai suatu teknologi ianya bermanfaat dalam semua bidang kehidupan manusia, daripada bidang maklumat berhubungan dengan pandangan hidup, kerohanian, akhlak, disiplin hidup, hingga kepada maklumat berhubung dengan ekonomi, pendidikan, budaya, ketenteraannya, seni dan sasteranya serta hiburan. Asalnya peradaban lain tidak menghalangnya daripada diterima oleh kerana pengajaran dan hadith yang bermaksud "Hikmat kebijaksanaan adalah barang hilang orang rnu'min, maka di mana ia menernuinya ia lebih berhak dalam hubungan dengannya".(In~am as-Suyuti,al-Jami' as-Saghir ). Maka dalam ayat ini akan dibicarakan insya'Allah - persoalan hagaimana isu "barakah" muncul dalam hubungan dengan pendidikan - katakan pendidikan Islam- yang dijayakan dengan 1CT ini.

Pendidikan:
Mungkin lebih berfaedah jika kita mempebaharui ingatan kita tentang maksud pendidikan. Antara yang boleh diingatkan ialah maksud pendidikan adalah penyampaian ilmu yang sama ada ilmu yang berkaitan dengan agama atau ilmu hidup duniawi dengan pelbagai cawangan. Gunakanlah istilah ilm� Wahyu dan bukan Wahyu, atau (ilmu syar'iyyah, ilmu akliah, ilmu naqli atau ilmu aqli)

Yang dimaksudkan ilmu itu ialah "pengenalan yang dimaklumi mengikut apa yang sebenarnya" antara takrif yang boleh didapati dan al-Baqillani rh misalnya. dalam "at-Tamhid"nya ianya dikenali dengan dalil yang sebenarnya .Kalau tidak cukup syaratnya ianya bukan ilmu tetapi waham atau sangkaan atau kejahilan yang disangkakan ilmu. Dan sangkaan tidak holeh dikira mengambil tempat sebagai ilmu. Maka ber1akulah proses "ta'lim" dalam rupa guru, mu'allirn mengajar muridnya. Berlakulah hubungan antara dua akal, akal guru dan akal murid, jiwa guru dan jiwa murid.Dalarn interaksi itu berlakukan proses talim itu; berlakulah pemindahan ilmu dari guru kepada murid, dengan kefaharnan yang sewajarnya.

Pendidikan juga berlaku sebagai "tarbiyah" dalam erti kata berlakunya peningkatan pada si murid hasil daripada hubungan pendidikan dengan guru itu. Dengan berlaku hubungan tarbiyah antara guru dan murid itu berlakulah peningkatan pada akal, jiwa, hati, ilmu, akhlak , disiplin dan himah si murid. Maka berlakulah perubahan ke arah kebaikan pada si murid dalarn segi akliah, emosi, disiplin dan akh]ak serta kemahiran .Kalau dibaca secara Islam, boleh dikatakan berlakulah - sepatutnya - peningkaan pada akidah, pengabdian, akhlak, dan disiplin berdasarkan Syariat dalam diri murid yang berkenaan.

Pendidikan juga berlaku sebagal proses mendidik adab atau "ta'dib" pada si murid. .Dengan itu jadilah si murid itu sebagai seseorang yang beradab zahir batinnya hasil daripada ta'dih yang berlaku kesan daripada interaksi antara akalnya dan jiwanya dengan akal dan jiwa guru itu.

Pendidikan juga boleh disebut sebagai "irshad" atau bimbingan ke arah jalan hidup dan nilai yang betul mengikut ajaran Islam.Dengan itu si murid menjadi peribadi yang betul perjalanan hidup dan nilai dalam hidup. Ini adalah hasil daripada pengajaran dan juga "persahabatan" dengan guru yang menunjukkan tauladan yang baik dan memberi peransang kepada murid.

Dalam memberi pendidikan ini semua guru menggunakan kitab, buku, papan hijau, atau white board, slide, projektor, komputer, alat video-conferencing, atau apa lagi alat-alat pandang-dengar yang holeh digunakan dengan kasetnya, CD ROM, atau DVD atau apa-apa yang sepertinya sebagai alat.Dalam semua ini guru adalah sebagai pendidik, penunjuk jalan, dan pengajar.

Pendidik akhirnya berfungsi sebagai pakar yang mengajar matapelajaran dengan cara yang sangat mahir dan berkesan sehingga murid benar-benar rnenguasai matapelajaran yang diajarkan kepadanya.Dengan itu dapatlah kita hasilkan murid atau pelajar yang berjaya dan dari segi ilmiah, akhlak, agama dan kemahiran dengan izin Allah.

Dan kalau dikaitkan dengan tradisi bangsanya, maka jadilah si murid itu sebagai pelajar yang memaharni tradisi hangsanya dan kasih kepada bangsanya dan negaranya selain daripada ia kasih kepada umat Islam yang ia adalah seorang daripada ahlinya.

Pendidikan Melalui IT
Mungkin bermenafaat kita ingatkan apa yang berlaku bila kita laksanakan IT dalam pendid ikan. Antaranya ialah dalam pembelajaran digunakan misalnya internet untuk mendapatkan maklumat tentang matapelajaran, dan ianya didapati secara yang sangat Menggesa pihak-pihak samada individu atau institusi supaya mengusahakan laman web yang melipuli isi,yang interaktif yang menonjolkan Islam, ajaran hidup rohani, akhlak, hukum, peradaban dan dalarn masa yang sama memberi jawapan kepada persoalan yang ditimbulkan oleh mana-mana pihak dengan cara yang memuaskan melalui penggabungan ahli-ahli ilmu islam dan para cendekiawan negara ini. Dengan itu terciptalah laman web Islam antarabangsa dan Malaysia.

Kesedaran dikalangan para pelajar dan ahli masyarakat yang lain hendaklah ditingkatkan supaya dapat membenteras diri mereka dari bahan-bahan yang memudaratkan di dalam internet.

Syarikat-syarikat yang ingin membangunkan program-program Islam yang berguna dalam hubungan dengan ICT ini hendaklah diberikan kemudahan-kemudahan yang diperlukan oleh pihak kerajaan dan swasta demi untuk menjayakan Islam dan pendidikan Islam melalui ICT ini.

Majalah-majalah tentang ICT ini hendaklah dimuatkan dengan bahan-bahan yang membantu pendidikan Islam misalnya dengan mengadakan halaman-halaman khas untuk tujuan ini misalnya majalah "Shopper", "Intenet" alau "Web" atau "Majalah PC" ataupun mungkin lebih bermanafaat jika diadakan majalah ICT khas untuk tujuan pendidikan dan dakwah Islamiah.

Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, penggunaan ICT dalam pendidikan merupakan langkah yang mesti dilaksanakan, dengan memanfaatkannya secara maksima mungkin, demi untuk menjayakan pendidikan di kalangan kita, apa lagi pendidikan lslam. Dengan ini mudah-mudahan berlakulah penggabungan antara yang asal yang sahih dengan yang baru yang mendatangkan manafaat. Bertalian dengan itu hendaklah sentiasa diingatkan matlamat-matlamat pendidikan Islam yang asal dan juga penghayatan adab-adab antara guru dan murid sebagaimana yang ada dalam ummat Islam, supaya keberkatan dalam pendidikan dan keberkesanannya boleh dinikmati di kalangan kita dalam menuju kejayaan yang dikehendaki Allahumma amin.Wallahu a'lam cepat, tidak sebagaimana yang boleh didapati daripada buku yang memakan masa yang agak panjang Cuba bayangkan pelajar mencari maklumat tentang Al-Quran dan terjemahannya dan internet rnelalui laman web "sakhr" dengan menulis "Qur'an" dalarn kotak dialog dengan menggunakan pencari "infoseek" misalnya dalam beberapa minit sahaja Ia boleh mendengar Syaikh Mahmud al-Husari membaca Quran dan boleh melihat surah yang dibacanya dengan terjemahannya sekali. Sekiranya �a menggunakan CD ROM Quran terbitan "Sakhr" di dalamnya ada tafsir lbn Kathir atau al-Qurlubi dan Jalalain; dalam masa dua tiga minit sahaja ia boleh mendapatkan huraian ayat yang dicari itu. Ini berlaku secara yang sangat pantas.

Atau ia mahu mencari terjemahan hadith-hadith Nabi saw; maka �a boleh rnencarinya dengan menulis "hadith-translation" dalam kotak dialog dengan menggunakan pencari "altavista" umpamanya; dalarn beberapa saat dia boleh melihat laman-laman web yang boleh didapati apa yang dikehendakinya kitab-kitab rujukan dalam Bahasa Arab dalam bidang-bidang seperti tafsir, hadith, fiqh, usul-al-din, tasawwuf, perkamusan, boleh dicapai misalnya melalui laman web "al-muhaddith.com".

Majalah-majalah dalam Bahasa Arab boleh didapati dengan menaip dalam kotak dialog "Arabic magazines" atau "Arabic periodicals" atau "Arabic newspapers".Makalah-makalah itu boleh dicetak dan dibaca sebagai bahan tambahan dalam pendidikan. Bahkan ada pusat -pusat pengajian yang memuat turun majalah luar negeri dan memfotostatkannya dan menjilidnya dan kemudian dimasukkannya ke dalarn perpustakaan untuk bacaan dan rujukan para pelajar..Ceramah dalam Bahasa Arab boleh didengar melalui capaian antara lain BBC Middle East, dengan syarat ia download "real player" untuk mendengarnya.

Demikian pula kalau ia mahu mencari makumat-makiumat tentang peradaban Islam dan sains, maka Ia boleh tuliskan didalam kotak dialog "Islamic civilization and science" dengan menggunakan pencari seperti "infoseek" atau "altavista" misalnya.Dalam beberapa saat ia boleh mencapai kepada laman web itu. Guru dan murid boleb berinteraksi meialui e-mail, dengan menyertakan "attachment" itu berserta dengan e-mail itu.Dengan itu berkembanglah ilmu pengetahuan atau kesedaran dalam pendidikan. Dan para guru juga boleh mengadakan laman web sendini yang boleh diakses oleh sesiapa yang mernerlukan makiumat yang ada padanya dan mencetaknya. atau hubungan antara guru dan murid itu boleh berlaku melalui alat video-conferencing dan mereka boleh bercakap dan beringeraksi rnelaluinya dan menyampaikan pel aj arannya, sebagaimana yang ben aku dal am pendidikan jarak jauh.
Ringkasnya melalui penggunaan ICT beberapa perkara berlaku dalam pendidikan:
# Capaian kepada maklumat secara segera dalam beberapa saat atau minit sahaja
# Pemindahan maklumat segera
# Penyimpanan maklumat segera
# Kefahaman berlaku dengan masa yang singkat
# Perubahan segera-dengan syarat ianya dalam bidang kebaikan, bukan sebaliknya.
# Ada keberkesanan ilmu atas keluarga dan mereka yang terdekat, termasuk masyarakat
# Tidak berlaku penyalahgunaan ilmu kepada perkara yang jahat dan sesat
# Segera dalam mencapai ilmu, yang kalau tidak kerana keberkatan akan mengambil masa yang lebih lama
# Ilmu mesti diingat dan tidak dilupakan
# Ilmu berkembang kepada orang lain bukan terhenti setakat din sahaja
# Ilmu membantu ke arah pembinaan "umrnah yang terbaik yang dilahirkan untuk ummat manusia..." (Au 'Imran.1 10).
# Boleh menjadi senjata dalam menghadapi fahaman yang sesat dan salah, alam bentuk lama atau baru, dan menegakkan kebenaran dalam akidah, hidup kerohanian, akhlak yang mulia, dan hidup mengikut peraturan Syara' dalam hidup individu dan kolektif.

Adakah Keberkatan Boleh Dicapai Dengan Penggunaan ICT Dalarn Pendidikan?
Dalam mendidik para pelajar untuk menjadi mahir dalam matapelajaran, maka penggunaan ICT ada keberkesanannya, misalnya dalam soal rnendapatkan maklumat-maklumat dengan cepat, rnenyimpannya, membentangkannya dan menyebarkan dengan cepat .Misalnya dalam pendidikan Islam, untuk pengajian bahasa, bahasa komunikasi dan juga bahasa untuk tujuan ilmiah, sejarah, sains, sastera, dan lainnya, termasuk bidang Al-Qu'ran, Sunnah, peradaban, dan seterusnya melalui internet, CD ROM, DVD dan lainnya, berserta dengan alat-alat audio dan visual dalam system elektronik yang ada.

Kita sudahpun didedahkan kepada maklumat bagaimana perang teluk dilaksanakan persiapan untuknya dengan simulasi perang melalui program komputer, dengan kereta kebal, peluru, dan seterusnya, secara mendalam yang kemudian dilakukan dalam medan perang.. Demikian pula kita didedahkan dengan simulasi cara memandu kapalterbang, memandu kereta, seterusnya, semuanya akan melalui komputer. Dan kejayaannya memang terjamin. Sudah tentu teknologi ini kita mesti menafaatkan untuk pendidikan. Dalam proses mendidik mereka dengan adab penggunaan ICT bermanfaat untuk pendedahan kepada tentang nilai-nilai dan amalan-amalan yang berkaitan .Demikian juga dalam hubungan dengan pembentukan disiplin hidup rohaniah dan perjalanan hidup yang betul dan bertertib alat dalam ICT boleh membantu dalam menjayakan matlamat.

Bagaimanapun ini semua hendaklah berlaku kehadiran guru. Keperluan pengajian tanpa guru sebagai pemandu atau pendidik tidak boleh dinafikan atau diminimakanakan. Ini perlu dilihat dalam konteks bagaimana pendidikan asalnya adalah kontak atau perhubungan. dan interaksi antara dua akal, ,jiwa hati dan peribadi secara tertentu yang mendatangkan kesan yang baik dan menjamin kejayaan sebenarnya bukan setakat memindah data atau maklumat kerana yang ditujukan ialah maklumat ilmu yang berupa huraian yang menimbulkan fahaman yang tepat (fiqh, fahm), yang kemudiannya menjadi kebijaksanaan (hikmah atau wisdom). Kalau pemindahan maklumat sahaja maka itu menurunkan manusia kepada taraf robot dan menghancurkan wajahnya sehagai khalifah Tuhan di bumi dan hambaNya-yang mernpunyai roh, nafas, akal, dan kedudukannya di alam abadi, selain daripada alarn benda yang akan fana ini.

Adab Perhubungan Guru-Murid:
Untuk menjayakan huhungan guru-murid yang wajar, mesti dirujuk kembali kepada Al-Quran dan Sunnah dan Tradisi Islam dalam pendidikan.
Antaranya ialah:

Adab guru - mengajarnya dengan niat ikhlas, menganggap rnuridnya seperi anaknya; mengajarnya dengan lemah lembut dan memberi pengajaran secara bijaksana bukan dengan rnarah-marah, menjawab soalah dengan teliti sesuai dengan mentaliti dan kefahaman para pelajar. Guru hendaklah menguasai bahan-bahan ilmunya dengan baik; kalau zaman kita ini guru hendaklah mengetahui unsur-unsur tamaddun dan pengetahuan kini yang berhubung dengan ilmu Islam yang diajarkannya dan mampu menangani soal-soal kini yang berkaitan dengan ilmunya dan mempertahankannya; menunjukkan contoh kehidupan cara Islam yang baik, mendoakan kejayaan para pelajar,,menegur dengan penuh kasih sayang bila mereka tersilap dan bertindak bebal, mengambil berat tentang mereka dan kehidupan mereka walaupun masa selepas sekolah atau pengajian. Antaranya ini disebut dalam "al-Ihya' " Imam alGhazali dan juga "Adab ai-'Alim wal-Muta'allirn" oleh az-Zamuj~, dan "atMuqaddimah" ibn Khaldun. Allah memberi rahmat kepada mereka.

Adab murid-taat kepada guru; menghorrnatinya mendoakan kebaikan untuknya, rnenganggapnya seolah-olah seperti bapanya, memberi salam kepadanya terlebih dahulu, mendoakannya sewaktu hidup dan matinya, menghormati keluarganya, tidak derhaka kepadanya, kalau ada apa-apa kesilapan, memberitahunya dengan penuh hormat dan kasih sayang dan adab serta tawadhuk, jangan melaga-lagakannya dengan orang lain, bersangka baik terhadapnya kalau ada apa-apa pendapatnya yang kita rasakan ada kelainan dengan apa yang sewajarnya; jangan memanggilnya dengan panggilan yang buruk bahkan hendaklah memanggilnya dengan panggilan yang baik dan penuh hormat.

Beberapa Cadangan
Menggesa pihak-pihak yang ahli dalam ITC mencipta perisian perisian yang boleh digunakan dalam pendidikan Islam terdiri daripada bahan-bahan berkaitan dengan akidah, hidup kerohanian, akhlak, syariat, fiqh, sejarah, bahasa, dan lainnya supaya boleh digunakan dalam pendidikan Islam secara lebih berkesan.Ini dicadangkan dengan mengambil kira mana-mana perisian yang sudah ada dalam bidang Quran ,Hadith, Sejarah, Peradaban dan seterusnya.

# kemudahan menulis dan mencatit - bahan-bahan dalarn laman web boleh dicetak dan dihantar rnelalui e-mail kepada sesiapa yang dikehendaki. Isu Keberkatan: Tanpa memheri perhatian mendalam dari segi perkamusan, kita boleh melihat penggunaan "harakah" dalam Quran, Antaranya dalarn beberapa ayat seperti peenciptaan bumi dan gunung padanya dan memberkatinya -Fusilat. 10; negeri-negeri bahagian Tirnur dan Baratnya yang diberi keberkatan padanya-A'raf.137; Masjid alAqsa yag diberkati sekelilingnya -al-lsra'i; keberkatan dilimpahkan ke atas Nabi Ibrahim dan lshaq-as-Saffat. 113; diberkatlah orang yang berada hampir dengan api yang ditunjukkan kepada Nabi Musa as. -an-Narnl.8; Maha Berkatlah Allah -iaitu Maha Suci Tanya...al-Furqan.l0, 61, 61, al-Rahman.78, al-Mulk.1; al-Mu'min.14; Al-Zukhruf.85; keberkatan langit burni dilimpahkan atas ahli negeni-al-A'raf 95; Hud .48-keherkatan dan Allah atas Nuh a.s.dan ummat-ummat bersama dengannya.Kitab yang berkat-an-'am.92; I 55;al-Anhiya' .50;Sad.29;keberkatan atas din 'isa as. -Maryam.3 1; al-mu'rninun.29- doa Nabi Nuh as. supaya diturunkan tempat turun yang diherkati ; Tuhan menurunkan air dan langit yang penub dengan keherkatan-Qaf.9; pokok yang penuh keberkatan-al-Nur.35; malarn yang penuh berkat-adDukhan.3;suruhan memberi salam kepada penghuni rumah dan doa keberkatan dan Allah-al-Nur.6 I; bumi yang penuh berkat -al-Qasas.30.

Nampaknya keberkatan sebagai segala kebaikan yang asalnya ada pada Allah - thubut al-khair al-ilahi f'i'sh-shay'- berada -selain dan Allah, ada pada wahyu, langit dan bumi, air, pokok, bukit bukau, insan, umat, tumbuh-turnbuhan, termasuk rezeki semuanya, malam, siang, bahkan semua benda.

Kalau kita merujuk sedikit sebanyak kepada beberapa ayat yang berkenaan seperti "Makkah yang penuh berkat" (all 'Imran.96) dalarn tafsir al-Quntubi dinyatakan maksudnya dijadikan ianya sebagai tempat yang penuh berkat bagi berganda pahala arnalan di daiamnya, dan dinyatakan keberkatan itu ialah "kathratul-khair" -kehaikan yang tenlamu amat banyak. "Dijadikan penuh keberkatan atasku di mana aku berada (merujuk kepadA 'isa as.) maknanya mengikut Tafsir ibn Kathin - mengajan kebaikan, juga rnaknanya "menyuruh yang balk dan mencegah yang munkar".

Dalam tafsir al-Qurtubi, ayat yang di atas ditafsirkan keberkatan itu sebagai "rnernpunyai keberkatan-keberkatan, dan manfaat-manfaat dalam agama dan menyeru kepadanya dan mengajar (manusia) tentangnya".Dinukilkan huraian atTustari rh. Maksudnya ialah "menyuruh yang ma'ruf, mencegah yang munkar, menunjuk jalan yang betul kepada orang yang sesat, menolong yang dizalimi, dan membantu orang yang memerlukan bantuan".

Keberkatan Dalam Pendidikan:
Erti keberkatan dalam pendidikan mungkin implikasinya ialah:
# Mendapat fahaman yang betul dan benar
# Ada keberkesanan ilmu pada diri dengan berlaku peruhahan kepada kebaikan

dari:http://www.e-mosque.com.my/index.php?p=arkibkupasan/kupasan001.php

Pendidikan Islam Pendidikan Al-Quran

RJANAMUDA PENDIDIKAN DENGAN KEPUJIAN ( PENDIDIKAN AL-QURAN


Objektif program

Program ini bertujuan untuk :

Melatih guru-guru al-Quran bagi memenuhi keperluan sistem pendidikan negara khususnya di sekolah-sekolah.

Melahirkan guru-guru al-Quran yang berkemampuan dan berwibawa serta berkemahiran dalam bidang Pendidikan Islam dan al-Quran.

Memenuhi keperluan guru-guru al-Quran untuk kelas kemahiran al-Quran ( KKQ ) di semua sekolah menengah Kementerian Pelajaran, sekolah menengah agama negeri dan rakyat.

Meninggikan tahap akedemik, profesionalisme dan kepakaran guru-guru Pendidikan al-Quran.

Berfungsi sebagai guru yang berkesan di dalam bilik darjah dan juga masyarakat.

Pelajar-pelajar akan dapat memberi kepakaran dalam bidang pendidikan khususnya dalam bidang Pendidikan Islam dan Pendidikan al -Quran di semua peringkat sekolah dan institusi pendidikan.

Hasilan Program

Di akhir program pengajian, pelajar-pelajar akan menunjukkan :

Pengetahuan dan kemahiran bidang pengajaran dan pembelajaran Pendidikan al-Quran.

Pengetahuan dalam bidang akidah, fiqh, sirah dan lain-lain dalam bidang 'Ulum Syariah'.

Sikap dan minat yang mendalam dalam bidang al-Quran serta dapat menghayati ilmu dan kemahiran yang dipelajari.

Kemahiran psikologi, kaunseling dan pembangunan insan.

Penguasaan, pengetahuan dan kemahiran dalam pelbagai bidang termasuk teknologi maklumat dan komputer.

Kebolehan untuk membuat keputusan secara kreatif, berketerampilan, praktikal dan dapat memberi sumbangan yang positif kepada pembangunan negara.

Kursus Pengkhususan 1 ( Pendidikan al-Quran )

Peringkat/Kod Kursus/Nama Kursus

1000

GQ1013Ilmu al-Tajwid
PN1102

Tafsir Ayat Hukum

PN1112Kajian Ulum al-Quran
PN1023Sejarah Mushaf
GP1073Kemahiran Bahasa Arab Dalam Pendidikan

2000

GP2083Bahasa Arab dalam Pendidikan
PN1033Dhabt al-Quran
PN1043Ilmu al-Fawasil al-Quran
PN1053Rasm al-Quran

3000

GQ3033Kaedah Pengajaran Tilawah dan Tafsir al-Quran
GP3093Kajian Teks Arab dalam Pendidikan
PN1013Tarannum al-Quran
PN1132Kajian Ulum Hadith
PN1142Kajian Teks Tafsir dan Hadith
PN1152Hadith Hukum

4000

PN1062Hafazan al-Quran
PN2432Pengajian Qiraat

Kursus Pengkhususan 2 ( Pendidikan Islam )

Peringkat/Kod Kursus/Nama Kursus

2000

GP1013Pendidikan Akidah
GP1023Falsafah Pendidikan Islam
GP2033Tasawwur Islam dalam Pendidikan
GP3112Pendidikan Jawi dan Khat

3000

GP3063Kaedah Pengajaran Pendidikan Islam
PY1162Fiqh Ibadat dan Munakahat
PY1172Fiqh Muamalat dan Jinayat

4000

GP2043Kurikulum dan Penilaian Pendidikan Islam
GP3053Pengurusan Ko-Kurikulum Sekolah
PY1262Sejarah dan Tamadun Islam

Berdasarkan latihan

Kursus BahasaInggeris ZH2092 dan ZH21___, adalah untuk pelajar yang mendapat band 3 ke atas dalam MUET.Manakala pelajar yang mendapat bawah daripada band 3 dikehendaki mengambil kursus-kursus intensif Bahasa Inggeris 4 unit pada semester III tahun 2.

Kursus ZH21___, boleh dipilih dari kursus-kursus berikut :

ZH2112Speech Communication
ZH2122Public Speaking
ZH2132Interactive Reading Skills
ZH2142Technical Report Writing

Perhatian :

Kursus bahasa adalah wajib, tetapi tidak dikira dalam PNGK


PROGRAM SARJANAMUDA PENDIDIKAN DENGAN KEPUJIAN ( PENDIDIKAN ISLAM )

Objektif Program

Program ini bertujuan untuk :

Melatih guru-guru Pendidikan Islam bagi memenuhi keperluan sistem pendidikan negara khususnya di sekolah-sekolah.

Melahirkan guru-guru Pendidikan Islam yang berkemampuan dan berwibawa serta berkemahiran dalam bidang Pendidikan Islam.

Memenuhi keperluan guru-guru Pendidikan Islam untuk kelas kemahiran di semua sekolah menengah Kementerian Pelajaran, sekolah menengah agama negeri dan rakyat.

Meninggikan tahap akedemik, profesionalisme dan kepakaran guru-guru Pendidikan Islam.

Hasilan Program

Di akhir program pengajian, pelajar-pelajar akan menunjukkan :

Pengetahuan dan kemahiran bidang pengajaran dan pembelajaran Pendidikan Islam.

Pengetahuan dalam bidang akidah, fiqh, sirah dan lain-lain dalam bidang 'Ulum Syariah'.

Sikap dan minat yang mendalam dalam bidang Pendidikan Islam serta dapat menghayati ilmu dan kemahiran yang dipelajari.

Kemahiran psikologi, kaunseling dan pembangunan insan.

Penguasaan, pengetahuan dan kemahiran dalam pelbagai bidang termasuk teknologi maklumat dan komputer.

Kebolehan untuk membuat keputusan secara kreatif, berketerampilan, praktikal dan dapat memberi sumbangan yang positif kepada pembangunan negara.

Kursus Pengkhususan 1 ( Pendidikan Islam )

Peringkat/Kod Kursus/Nama Kursus

1000

GP1013Pendidikan Akidah
GP1073Kemahiran Bahasa Arab dalam Pendidikan
GP1023Falsafah Pendidikan Islam
PY1162Fiqh Ibadat dan Munakahat
PY1192Akhlak dan Tasawuf

2000

GP2033Tasawwur Islam dalam Pendidikan
GP2043Kurikulum dan Penilaian Pendidikan Islam
GP2083Bahasa Arab dalam Pendidikan
PY1172Fiqh Muamalat dan Jinayat
PY1262Sejarah dan Tamadun Islam

3000

GP3053Pengurusan Ko-Kurikulum Sekolah
GP3063Kaedah Pengajaran Pendidikan Islam
GP3093Kajian Teks Arab dalam Pendidikan
PN1112Kajian Ulum al-Quran
PN1132Kajian Ulum al-Hadith
PY1252Pengantar Qiraat dan Hafazan

4000

GP4103

Usul Fiqh dalam Pendidikan

Kursus Pengkhususan 2 ( Pendidikan al-Quran )

Peringkat/Kod Kursus/Nama Kursus

2000

GP3112Pendidikan Jawi dan Khat
PN1023Sejarah Mushaf
GQ3033Kaedah Pengajaran Tilawah dan Tafsir al-Quran
PN1142Kajian Teks Tafsir dan Hadith

4000

PN1013Tarannum al-Quran
PN1033Dhabt al-Quran
PN1043Ilmu al-Fawasil al-Quran
PN1053Rasm al-Quran
PN2432Pengajian Qiraat
PN3362Sikap Orientalis terhadap al-Quran dan al-Sunnah

Berdasarkan latihan

Kursus BahasaInggeris ZH2092 dan ZH21___, adalah untuk pelajar yang mendapat band 3 ke atas dalam MUET.Manakala pelajar yang mendapat bawah daripada band 3 dikehendaki mengambil kursus-kursus intensif Bahasa Inggeris 4 unit pada semester III tahun 2.

Kursus ZH21___, boleh dipilih dari kursus-kursus berikut :

ZH2112Speech Communication
ZH2122Public Speaking
ZH2132Interactive Reading Skills
ZH2142Technical Report Writing

Perhatian :

Kursus bahasa adalah wajib, tetapi tidak dikira dalam PNGK